Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Properti di Bali

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Properti di Bali
Bali merupakan tempat yang menjadi primadona dalam hal bisnis properti Bali. Banyak sekali pengembang yang terus membuka proyek baru di Bali, meskipun pada akhir 2014 sampai 2015 bisnis Properti di Bali terbilang rendah, namun bisa dibilang jika pertumbuhan Properti di Bali sangat signifikan.

Damar, dari PT Graha Giri Kencana, membenarkan bahwa setidaknya terdapat dua kelebihan kenapa para pengembang memilih bisnis Properti di Bali, yaitu:
1. Bali memiliki prestis tersendiri baik nasional maupun internasional
2. Berinvestasi di Bali tidak akan rugi
Alasan pertama, setiap tahun, peluang nilai peningkatan lokasi prestis tersebut menjadikan harga tanah di Bali setiap tahun mengalami peningkatan, itu menjadi salah satu kelebihan yang membuat Bali menjadi pilihan para pengembang.

Alasan kedua, Jika anda ingin berinvestasi di Bali, anda tidak akan rugi, membeli Properti di Bali, kita tidak hanya mendapatkan bangunan, tetapi kita pun dapat memiliki tanah kepemilikan yang menjadi satu kesatuan dengan bangunannya, tentu saja selain bisa dijadikan sebagai asset bisnis, itu pun dapat dijadikan meraup banyak keuntungan bagi para investor, dan tentu saja sangat menggiurkan

Persaingan Properti di Bali yang paling unggul memang adalah Properti perumahan, meskipun masih banyak proyek Properti yang lain seperti Hotel, Villa, dan Motel, meskipun dalam hal perizinan bisnis Properti perumahan lebih sulit untuk didapat dibandingkan dengan hotel, tetapi Properti perumahan lebih diminati oleh para pengembang.
Lalu apa saja kelemahannya?
1. Masalah Perizinan
2. Kawasan lahan
Meskipun begitu, sebanyak 60 persen lahan digunakan untuk perumahan, sehingga sering terjadi permasalahan yang menyangkut dengan legalitas dan perizinan, karena itu, perizinan untuk membangun Properti di Bali sekarang semakin diperketat karena sering adanya pihak pengembang yang legalitasnya masih dipertanyakan, dan karena banyaknya pengembang seperti inilah, proyek pengembang yang legalitasnya jelas ikut terkena imbasnya.

Selain itu, karena masih lahan di Bali masih banyak didominasi oleh lahan pertanian, sehingga proyek pun menjadi sulit untuk di jalankan, misalnya saja, sebuah kawasan lahan tidak diperbolehkan untuk menggunakan PDAM, sehingga pihak pengembang pun harus membuat sumur sendiri agar proyeknya berjalan dengan baik.

Sangat perlu untuk membangun relasi yang baik antara masyarakat dan pihak pengembang. Tantangan ini harus dibereskan, Pihak pengembang harus memiliki visi misi yang jelas seperti dalam tata kelola kebersihan dan kesepakatan lainnya, sehingga hal ini tidak merusak nilai leluhur dan tatanan awal penduduk di sekitar lahan. Harga properti Bali pun harus disesuaikan Pihak pengembang harus memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat.

Dalam hal potensi, Bali memiliki banyak sekali potensi dalam pembangunan infrastruktur oleh pemerintah daerah yang modern, salah satu contohnya adalah daerah Bona dan Serongga di Gianyar, kedua daerah ini selalu menjadi sasaran lokasi bagi para pihak pengembang, karena meski pembangunan infrastrukturnya sudah modern, tetapi suasana lingkungannya masih sangat asri.

Daerah Bona dan Serongga masih terdapat hamparan sawah yang luas, selain asri, lokasinya cukup strategis karena dekat dengan pusat kota Gianyar dan daerah ini cocok untuk refreshing bagi anda yang menginginkan suasana yang tenang.

Selain dijadikan sebagai hunian, anda pun dapat menggunakan lahan yang sudah anda beli sebagai peluang investasi atau menyewanya kemBali sebagai bisnis yang menguntungkan.
Sekarang, banyak pengembang yang tidak lagi menjadi pihak penjual yang memiliki keuntungan untuk satu pihak saja, tetapi juga sebagai penentu arah bisnis, sehingga potensi hargaproperti Bali sekitar pun dapat dieksplorasi dengan baik dan maksimal.