Tips Untuk Memulai Bisnis Investasi Properti

Dalam berinvestasi properti, lokasi atau kawasan tempat berdirinya properti menjadi hal utama yang penting diperhatikan. Bali merupakan kawasan investasi properti yang bisa dikatakan sangat potensial. Bali yang penuh dengan obyek wisata dan terkenal di seluruh dunia akan meningkatkan harga properti di sana. Vila, apartemen dan hotel sangat dibutuhkan untuk menampung para turis yang ingin menginap berlama-lama di Bali. Properti Bali berupa vila, hotel dan apartemen dari yang berharga sewa Rp 200.000 – Rp 1000.000 selalu habis disewa pengunjung terutama pada hari-hari libur nasional. Untuk Anda yang tertarik ingin memulai berinvestasi properti Bali berikut tips sederhananya :

1.      Sebagai investor pemula sebaikanya Anda memilih berinvestasi rumah daripada bangaunan lain seperti hotel, vila atau apartemen. Luas lahan untuk rumah memang tidak begitu luas tetapi seperti yanga telah diketahui bahwa harga tanah untuk rumah kemungkinan akan lebih cepat naik dibandingkan bangunan. Harga untuk membeli rumah juga lebih terjangkau dari pada langsung membeli lahan dan membuat vila atau hotel. Selain itu biaya perawatan rumah juga sangat terjangkau tidak seperti vila dan hotel yang harus meperkerjakan banyak orang untuk merawatnya.
2.      Cari tempat/ lokasi properti Bali di kawasan yang ramai akan turis. Di kawasan ramai tersebut properti Bali Anda akan lebih mudah disewa orang. Selain keramaian carai juga lokasi yang dekat dengan akses-akses publik seperti rumah sakit, pom bensin, jalan raya dan minimarket. Kejelian dari para investor seperti ini sangat menentukan nilai dari investasi properti Bali kedepannya.
3.      Selesai membeli properti Bali sebaiknya jangan langsung menjualnya. Cobalah untuk menyewakannya terlebih dahulu. Untuk harga sewanya bisa Anda tawarkan minimal 5% dari harga belinya. Dengan mencoba menyewakannya Anda bisa melihat nilai properti kepunyaan Anda ini apakah akan berpotensi naik di tahun-tahun kedepannya. Anda juga bisa melihat bila sulit mencari penyewa bisa jadi properti Anda tersebut bakal kurang menguntungkan kedepannya.
4.      Jangan pernah menjual properti sebelum melakukan survei harga. Minimal penjualan properti Bali baru bisa dilakukan minimal 5 tahun setelah pembelian. Jika Anda terburu-buru menjual properti sebelum waktu ini bisa dipastikan harga properti Anda tidak akan naik. Kenaikan harga properti memang lambat tetapi jumlah presentasi kenaikannya pasti besar. Sehingga sayang sekali bila Anda jual properti dalam waktu 3 tahun padalah dalam 8 tahun kedepan harga properti tersebut bisa mnecapai 2 kali lipatnmya.
5.      Beli properti dari pengembang yang bereputasi baik. Bila Anda tidak bisa langsung turun tangan untuk memilih sendiri properti yang Anda inginkan maka Anda bisa memanfaatkan jasa pengembang properti. Pilih pengembang properti yang telah terpercaya dengan berbagai proyek investasi nya.

Berinvestasi di Bali memang sangat menjanjikan tetapi Anda tidak boleh terburu-buru dalam menentukan bentuk investasi.