Cara Berinvestasi Properti Untuk Pemula

Selamat sore pembaca setia properti di Bali, sebagai pemula di bidang investasi properti tentu kita bingung mau mulai dari mana. Itu merupakan hal yang wajar bagi investor pemula, sama halnya ketika hendak belajar sesuatu, misalnya naik sepeda pada awalnya tentu kita akan bingung juga. Ada yang langsung mencoba tanpa bertanya kepada orang yang sudah bisa naik sepeda, ada pula yang bertanya dulu (belajar teori) kemudian baru mulai menaiki sepeda. Yang mana pilihan Anda tentu saja itu hak Anda, namun banyak orang yang mencoba tanpa mengenal teorinya (belajar dari yang sudah pengalaman) terlebih dahulu banyak yang mengalami kegagalan. Nah, belajar dari itu ada baiknya kita belajar sedikit teorinya yuk!

Sebagai pemula, kita tentunya akan memulai berinvestasi di properti yang "kecil" terlebih dahulu baru kemudian lebih besar dan lebih besar lagi seiring dengan tingkat kepercayaan diri kita. Biasanya sebagai pemula kita masih bingung akan berinvestasi di properti seperti apa, berapa uang yang akan kita gunakan untuk investasi properti, dan berapa kisaran harga properti yang akan kita cari.

Berikut tiga hal yang sebaiknya kita pertimbangkan sebelum memulai berinvestasi properti :

1. Seberapa besar kemampuan kita?

Banyak pemula memulai berinvestasi properti dengan memilih range harga yang "murah", padahal menurut Robert Kiyosaki kita jangan terpaku pada harga namun carilah properti yang baik dan menguntungkan. Yang terpenting adalah arus kas masuk yang dihasilkan oleh properti yang kita incar, dan biasanya bila Anda sudah menemukan properti yang bagus maka Anda akan terkejut melihat bagaimana kemampuan Anda dalam mencari pendanaannya.

2. Berapa banyak uang yang Anda alokasikan untuk investasi dan darimana sumbernya

Mulailah dengan segera mencari sumber pendanaan walaupun properti yang Anda incar belum ketemu. Dan beberapa sumber pendanaan yang bisa Anda gunakan adalah dari bank lokal, perusahaan modal ventura, pinjaman pribadi kepada orang terdekat, atau dari dana sendiri.

3. Dimana harus mencari properti yang bagus

Jadi, bila Anda sudah memutuskan untuk berinvestasi di properti (BALI) maka tidak ada hal baik lain yang harus Anda lakukan selain keluar dari rumah Anda dan mulai "berburu" properti dengan arus kas masuk yang lebih besar dari arus kas keluar. Pilihan lain adalah mencari makelar atau broker, bertemanlah dengan sebanyak mungkin broker sebab biasanya broker memiliki banyak "stok" properti namun kelemahan dari broker adalah harga yang ditawarkan kepada kita biasanya sudah di "mark up". Mulailah dari lingkungan tempat tinggal Anda terlebih dahulu atau lingkungan yang sering Anda kunjungi, lakukankah secara rutin sampai Anda benar-benar hafal properti daerah itu baik dari segi harga, lingkungan dan isu lain terkait properti di daerah yang Anda incar itu.

Demikianlah tiga tips berinvestasi properti di Bali ala Robert kiyosaki, dan satu lagi pesan beliau adalah kapanpun Anda memutuskan untuk memulai berinvestasi di properti Bali,  lakukanlah dengan fokus dan pantang menyerah.

Sumber
Rich Dad Company